Tak Berkategori

Tentang Piano

Sebenarnya, sudah lama sekali saya ngefans sama alat musik yang satu ini, dan beberapa kali mencoba belajar memainkannya. Awal-awal belajar piano saat break latihan band dengan teman-teman di kampus (saya kebetulan kebagian jadi drummer), terus lanjut saat di himpunan ada keyboard kecil entah punya siapa. Waktu itu belajar Canon in D (lagu wajib standar hehe :D), dan saya jadi teringat saat menjadi panitia suatu acara di Aula Barat ITB, ada piano ‘nganggur’ di sana dan saya iseng mainkan. Walhasil mengundang kehadiran satpam (mungkin karena cara memainkannya kurang menghayati :D).

Beberapa abad kemudian (saking lamanya), baru berkesempatan main piano lagi saat piano di Observatorium Bosscha selesai di-tuning. Lagu yang saya pelajari saat itu adalah River Flows in You (by Yiruma) yang menjadi lagu favorit saya selanjutnya, sampai-sampai teman sekitar protes karena lagunya sama terus tiap kali main piano, hahaha.

Entah kesusupan apa, mood saya untuk belajar lagu baru kembali menggelora di awal tahun 2018. Sekitar awal Februari 2018, saya mulai belajar Comptine d’un autre ete – l’apres midi yang merupakan salah satu soundtrack Film ‘Amelie’ yang alhamdulillah berhasil saya kuasai kurang dari 1 bulan. Selanjutnya adalah Nuvole Bianche (by Ludovico Einaudi) yang menjadi favorit saya berikutnya.

Nah, mulai akhir Maret 2018, saya sedang menggarap I giorni, lagu yang juga dibuat oleh Ludovico Einaudi. Lagu ini cukup menguras energi saya karena ada beberapa bagian yang bertempo cepat, membuat jari semakin keriting :D. Sampai tulisan ini dibuat, progress penguasaan lagu ini sudah mendekati 90%. Saya targetkan sebelum Mei 2018 sudah belajar lagu berikutnya.

Doakan saya ya teman-teman ^^v

[Bosscha Observatory, 23:37 WIB]

Advertisements
Science · Tutorial

YouTube Channel: ASTRO-Series

Halo,

Kali ini saya mencoba media lain dalam upaya menyebarkan ilmu Astronomi, terutama kepada teman-teman yang mungkin belum memiliki kesempatan belajar ataupun yang merasa kurang mendapatkan informasi Astronomi dalam bahasa Indonesia. Saat pembuatan rangkaian video ini, saya menganggap bahwa para audience sudah mengenal konsep Matematika dasar dan Fisika dasar, sehingga durasi video yang saya unggah nantinya bisa dibatasi hingga maksimum di kisaran 30 menit. Feel free to distribute them, selamat belajar, jangan lupa like dan subscribe yaa 😀

Episode 1 dari rangkaian video ASTRO-Series bisa dilihat pada tautan berikut. Mohon masukannya juga ya :). Terima kasih.

  • Episode 1: konsep dasar, intro sistem koordinat
  • Episode 2: contoh kasus aplikasi sistem koordinat
  • Episode 3: Sistem koordinat Horizon dan aplikasinya
  • Episode 4: Sistem koordinat Equatorial I
  • Episode 5: contoh persoalan dalam sistem koordinat Equatorial I
Tak Berkategori

Pengingat

Malam ini saya diingatkan kembali tentang pentingnya peningkatan kualitas diri sebelum melakukan suatu tindakan. Let’s choose parenting in this particular case.

IMHO, Pernikahan bukanlah sekedar ganti status, bukan sekedar bersatunya dua keluarga, namun ada tujuan besar dibaliknya: menyiapkan generasi penerus yang mumpuni, baik di mata manusia maupun di mata Tuhan. Dengan demikian, ada prasyarat mutlak yang harus dipenuhi: calon orang tua haruslah telah memiliki bekal baik fisiologis, psikologis, dan spiritual. Bekal ini tidak semata berada dalam ranah pengetahuan dan pemahaman, namun sudah terejawantahkan dalam dirinya sendiri, terutama sisi psikologis dan spiritual. Ingin mengajarkan ke anak untuk berkata jujur dan menerima kejujuran dengan baik? lakukan itu dulu pada diri sendiri. Ingin mereka bahagia? maka bahagialah terlebih dahulu. Ingin buah hatimu rendah hati dan hidup tanpa rasa takut? do that first to yourselfMiliki dulu apa yang ingin kamu bagikan, that’s the point.

Menikah dengan alasan “sudah waktunya” ataupun karena desakan lingkungan memiliki kemungkinan lebih besar untuk berjalan  tidak sesuai harapan. Mulusnya perjalanan pernikahan bukanlah indikator kebahagiaan, karena pada banyak kasus, ada jiwa-jiwa yang dikorbankan untuk, secara berlebihan, mengalah: Bisa sang ayah, bisa bunda, bisa juga putra/putrinya. Mendidik generasi penerus memerlukan determinasi, terutama dalam mengalahkan ego pribadi. Salah satunya adalah mengerti bagaimana anak berpikir dan mengapa demikian. The best way to do parenting is by examples. You are a hero to them, their role model. They worship you, they love you!.

Memang, bersatunya dua insan bisa dilakukan meskipun kualitas sebagai mentor generasi penerus belum sepenuhnya dimiliki. Namun, perlu usaha yang sangat keras untuk bisa melakukannya, mengejar segala ketertinggalan tanpa mengorbankan hak siapapun dalam keluarga.

… Hak untuk dibina tanpa rasa takut, hak untuk didengarkan, hak untuk dipahami, serta hak berpendapat.

Don’t bring your own battle into your children’s life. Overcome your own struggle first, and then teach them how to do that. Make them stronger, understand them, hear them, let them speak up their mind and opinion.  Remember, we were once children as they are now but not the other way around. 

Terima kasih atas pelajarannya malam ini :). terima kasih sudah diingatkan dalam heningmu.

[Bosscha Observatory, 00:25 LT, diintisarikan (salah satunya) dari obrolan geje penceramah sabtu]

Uncategorized

Message from the West

Today I received a postcard which was sent by a friend who take a post-grad program in University of North Dakota, USA. This thing brought me back a memory when sending a postcard or letter is one way to communicate with others. In digital era, like nowadays, sending postcards or letters seems like a vain act, but the joy of receiving something that go through so many miles and days couldn’t be replaced by anything else. Thanks for the postcard (and also for the ‘wise words’ there 😀 ). Good luck!,  and anything is possible in this Universe, indeed 🙂

[Bosscha Observatory, 20:59 LT]

photography

Transformasi logo ‘PJ’s eyes’

Semenjak awal saya belajar fotografi beberapa tahun silam, perancangan logo dengan mengusung tagline ‘pj’s eyes’ telah dilakukan berulang kali. Tagline itu sendiri punya makna khusus: pj adalah nama panggilan yang merupakan singkatan dari nama belakang saya; dan eyes bisa diartikan cara pandang saya ke dunia luar yang biasanya terekam dalam bentuk gambar diam/foto. Logo ini selalu saya pasang di setiap foto yang saya unggah ke media sosial, sebagai ciri khas, sekaligus tanda air (watermark). Sayang sekali, beberapa desain awal logo ini hilang bersamaan dengan rusaknya harddisk saya yang terdahulu. Kisah perjalanan logo ini cukup panjang, dari hanya sekedar tulisan, sampai dengan penambahan icon/gambar, Logo terakhir yang saya gunakan terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar dasar dari logo di atas adalah kamera, yang dengan jelas menunjukkan bahwa tujuan utama logo ini adalah untuk dijadikan watermark foto-foto yang saya ambil.

Nah, dua hari yang lalu, saya dimintai bantuan merancang logo sebuah toko online yang bergerak di penjualan buku dan pakaian. Saat melakukan hal ini, terpikirkan oleh saya untuk memperbarui logo pj’s eyes supaya lebih segar. Setelah melakukan  brain-storming dan sketching selama dua hari ini, maka logo pj’s eyes yang baru adalah sebagai berikut.

Icon pada logo melambangkan dua hal: galaksi (berdasar latar belakang pendidikan saya yaitu astronomi),  dan mata atau eyes, sesuai dengan tagline yang saya gunakan.

So, it is official now 😀

[Bosscha Observatory, 06:47 LT]

PS:

Berikut adalah beberapa ide dan konsep saat perancangan logo ini.

 

Science · Tutorial

Efek Oberth, cara ‘ajaib’ menambah energi

Halo semua 🙂

Mungkin kalian pada bingung saya lagi ngomongin apa hehe (spoiler alert: ini masih berhubungan dengan orbital mechanic, dan masih berhubungan dengan KSP). Sebenarnya semua berawal dari pertanyaan beberapa orang di forum KSP : Kenapa jika roket dinyalakan saat posisinya paling dekat dengan obyek yang sedang dikitari (titik terdekat ini disebut periapsis) maka roket itu terlempar lebih jauh daripada jika dilakukan di titik lain dalam orbitnya, walaupun dengan menggunakan perubahan kecepatan yang sama, atau \Delta v yang sama?

Analogi dalam kehidupan sehari-hari,  misalnya ada dua orang, sebut saja A dan B,  mengendarai motor dalam lintasan berbelok. A berkendara dengan kecepatan 5 km/jam, sedangkan B berkendara dengan kecepatan 250 km/jam saat di titik belok. Jika masing-masing motor diberikan dorongan yang sama kuatnya ke arah samping saat di titik belok, maka B akan terpelanting lebih jauh daripada A. Ini adalah contoh (yang mungkin kurang tepat, tapi cukup) sederhana untuk menggambarkan efek Oberth.

Dalam dunia peroketan, bentuk lain efek ini sering ditemui (dan dimanfaatkan) dalam peluncuran wahana ke planet lain. Saat New Horizon, wahana yang dikirimkan untuk meneliti Pluto, diluncurkan ke Pluto, para ilmuwan memanfaatkan bantuan gravitasi Jupiter untuk melontarkan wahana ke Pluto (disebut juga sebagai manuver slingshot atau gravity assist. Dalam hal ini, penambahan \Delta v wahana ‘dicuri’ dari Jupiter, bukan dari menyalakan roket, supaya konservasi energi terpenuhi). Dengan demikian, perjalanan ke Pluto bisa ditempuh 4 tahun lebih cepat!

Jadi, ada sedikit pembeda sebenarnya antara efek Oberth dan teknik gravity assist atau slingshot. Efek Oberth melibatkan semburan roket pada kecepatan tertingginya (atau saat roket di periapsis) untuk menambah energi, sedangkan gravity assist memanfaatkan hasil ‘curian’ energi planet/obyek untuk menambah energinya sendiri, tidak selalu harus memanfaatkan semburan roket.

Kembali ke roket kita 🙂

Saat roket dinyalakan, maka kecepatan roket akan meningkat dalam suatu nilai, yang disebut sebagai “delta v”, atau \Delta v. Jika kecepatan awal roket adalah v dan tambahan kecepatannya adalah \Delta v, maka perubahan energi (kinetik) nya diberikan oleh:

dengan M adalah massa roket.

Dari persamaan 2 di atas bisa terlihat bahwa perubahan energi kinetik tidak hanya dipengaruhi oleh \Delta v melainkan juga oleh v. Kecepatan awal yang tinggi akan memberikan perubahan energi kinetik yang tinggi pula (meskipun \Delta v sama), sehingga obyek bisa bergerak lebih jauh. Nah, sekarang hubungan kecepatan awal yang tinggi dengan jarak terdekat itu apa sih?

Biasanya, bentuk orbit roket saat mengitari suatu benda tidak persis lingkaran, melainkan elips. Salah satu ciri khas orbit elips adalah adanya titik terjauh (apoapsis) dan terdekat (periapsis) terhadap benda yang dikitari (perhatikan gambar di bawah ini).

Kecepatan roket itu sendiri akan berbeda-beda di setiap titik orbit elips tersebut, yang diberikan oleh persamaan:

dengan r adalah jarak roket dari benda pusat bermassa M_\mathrm{P}; dan a adalah setengah sumbu panjang orbit elips. Dari ilustrasi dan persamaan di atas, jelas terlihat jika roket berada di jarak terdekat P maka kecepatannya mencapai nilai tertinggi dibandingkan dengan titik-titik lainnya pada orbit elips. Jika penambahan \Delta v dilakukan di titik ini, maka perubahan energi kinetiknya adalah yang terbesar, yang berujung pada lebih jauhnya roket itu terlontar.

Sekarang, mari kita lihat lebih jelas aplikasinya dalam KSP.

Pada tangkapan gambar di bawah ini, terlihat sebuah satelit yang mengorbit Kerbin dalam orbit elips dengan periapsis 100 km dan apoapsis 1000 km. Terlihat juga bahwa kecepatan roket saat di periapsis berbeda dengan saat di apoapsis (sekitar 2.6 km/s di periapsis dan 1.2 km/s di apoapsis, lihat angka kecepatan di pojok kiri bawah gambar, di bawah tulisan ‘orbit’).

Sekarang, saya akan nyalakan roket dan menghabiskan bahan bakar di dua titik ini, dan nantinya kita akan lihat seberapa jauh roket ini nantinya lepas dari Kerbin dan mengorbit Kerbol (Matahari-nya Kerbin). Karena jumlah bahan bakar yang dihabiskan sama, maka nilai \Delta v akan sama untuk dua titik ini.

 

Nah, sekarang terlihat jelas kan? jika titik peluncuran adalah periapsis Kerbin, maka orbit akhir dari roket ini saat mengorbit Kerbol memiliki apoapsis sejauh 334.6 juta km dan kecepatan akhir 5.6 km/s; bandingkan dengan titik peluncuran dari apoapsis Kerbin (roket memiliki apoapsis akhir 14.5 juta km dan kecepatan akhir 4.3 km/s saat mengorbit Kerbol). Sebagai simpulan, efek Oberth adalah nyata adanya dan nyata aplikasinya dalam dunia peroketan yang sebenarnya 🙂

fly safe

[Bosscha Observatory, 18:18 WIB]